Skip to content
Sub Banner HMI FK UB
Home > Sejarah
Pelajari Program & Kegiatan HMI FK UB Di Sini!

Sejarah HMI FK UB

bendera HMI

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi kader yang didirikan pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta dengan tujuan membina insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Seiring dengan perkembangan perguruan tinggi di Indonesia, HMI berkembang melalui pembentukan cabang, komisariat, hingga rayon di berbagai kampus, termasuk di Kota Malang.

Universitas Brawijaya sendiri secara resmi berdiri pada tahun 1963 dan berkembang pesat menjadi salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia. Di dalamnya, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya memiliki akar sejarah pendidikan kedokteran yang panjang, dimulai sejak 1946 dan secara resmi menjadi fakultas pada tahun 1974 setelah sebelumnya berbentuk Sekolah Tinggi Kedokteran Malang Universitas Brawijaya.

Seiring dengan berkembangnya kehidupan kemahasiswaan di lingkungan kampus, mahasiswa Fakultas Kedokteran UB mulai terlibat aktif dalam berbagai organisasi intra maupun ekstra kampus. HMI sebagai organisasi ekstra kampus kemudian hadir dan berkembang di lingkungan Universitas Brawijaya melalui Cabang Malang. Dalam dinamika tersebut, terbentuklah basis kaderisasi HMI di tingkat fakultas, termasuk di Fakultas Kedokteran.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di lingkungan Universitas Brawijaya berkembang melalui dinamika kebutuhan kaderisasi yang adaptif terhadap struktur akademik kampus. Dalam konteks rumpun ilmu kesehatan, keberadaan HMI Kedokteran Universitas Brawijaya yang menaungi Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) merupakan hasil dari proses historis dan pertimbangan strategis organisasi.

Secara historis, embrio gerakan HMI di rumpun kesehatan Universitas Brawijaya berakar dari Fakultas Kedokteran sebagai salah satu fakultas tertua di bidang kesehatan di UB. Seiring berkembangnya institusi pendidikan kesehatan, lahirlah Fakultas Kedokteran Gigi serta Fakultas Ilmu Kesehatan sebagai entitas akademik yang memiliki kedekatan disiplin ilmu, orientasi keilmuan, serta medan pengabdian yang serupa, yaitu kesehatan masyarakat.

Dalam perspektif organisasi, HMI tidak semata membangun basis berdasarkan struktur fakultas formal, melainkan juga mempertimbangkan kesamaan karakter keilmuan (scientific cluster) dan kebutuhan kaderisasi. Rumpun kesehatan dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem keilmuan yang memiliki irisan kuat dalam aspek bio-medis, promotif-preventif, serta pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pengintegrasian FK, FKG, dan FIKES dalam satu naungan HMI Kedokteran UB menjadi langkah yang logis dan efisien.

FK UB

Dari sisi kaderisasi, integrasi ini memungkinkan terjadinya proses pembinaan yang lebih komprehensif dan interdisipliner. Mahasiswa dari ketiga fakultas dapat saling bertukar perspektif, memperkaya diskursus, serta membangun cara pandang holistik terhadap persoalan kesehatan. Hal ini sejalan dengan semangat HMI dalam membentuk insan akademis yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan analisis sosial yang luas.

Selain itu, penggabungan ini juga dilandasi oleh pertimbangan efektivitas gerakan. Dengan berada dalam satu payung organisasi, konsolidasi kader menjadi lebih kuat, koordinasi program kerja lebih terarah, serta daya tawar organisasi dalam ranah kampus maupun eksternal menjadi lebih signifikan. HMI Kedokteran UB kemudian tidak hanya menjadi ruang kaderisasi internal, tetapi juga aktor strategis dalam isu-isu kesehatan, baik di tingkat lokal Malang maupun nasional.

Secara ideologis, integrasi FK, FKG, dan FIKES dalam HMI Kedokteran UB mencerminkan implementasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP), khususnya dalam aspek keilmuan yang integral dan tidak terfragmentasi. Ilmu kesehatan dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh dalam upaya mewujudkan kemaslahatan umat, sehingga kolaborasi lintas disiplin menjadi keniscayaan.

Dengan demikian, keberadaan HMI Kedokteran UB sebagai rumah bersama bagi mahasiswa FK, FKG, dan FIKES bukanlah sekadar penggabungan administratif, melainkan representasi dari kesadaran kolektif akan pentingnya integrasi keilmuan, penguatan kaderisasi, dan optimalisasi peran mahasiswa kesehatan dalam menjawab tantangan zaman.